Minggu, 17 Mei 2009

Sekolah-Sekolah Hebat (Daftar Sekolah Kami, Menjemput Impian dan Harapan Kedalam Dunia Nyata)

"Menyehatkan, Membahagiakan dan Menyenangkan

Sekaligus mencerdaskan"

Kami Dengan Bangga Mempersembahkan, Senebian Medical School





Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada




Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia




Fakultas Kedokteran UI atau disingkat FKUI terdapat di di Salemba dengan total luas area 16.209 m2. Saat ini, FKUI dipimpin oleh Dr.dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K). FKUI memiliki lima program pendidikan, yaitu Program Diploma, Program Sarjana, Program Pendidikan Dokter Spesialis, Program Magister, dan Program Doktor. FKUI merupakan fakultas kedokteran tertua di Indonesia.

Sejarah kelahiran FMUI bermula dari didirikannya Dokter Djawa School pada tahun 1851. Pada tahun 1898 Dokter Djawa School diubah namanya menjadi STOVIA, dan pada 1927 diubah lagi menjadi Geneeskundige Hooge School. Pada masa pendudukan Jepang, lagi-lagi namanya diubah menjadi Ika Daigaku.

Pada masa kemerdekaan Indonesia, pemerintah Indonesia menggabungkan Ika Daigaku ke dalam Balai Perguruan Tinggi RI dan mengubah namanya menjadi Pendidikan Tinggi Kedokteran. Setelah Indonesia mendapat kemerdekaan penuh di akhir tahun 1940-an, pemerintah mengambil alih sekolah kedokteran yang didirikan Belanda, Geneeskundige Faculteit Nood Universiteit van Indonesia, dan menggabungkannya dengan Pendidikan Tinggi Kedokteran. Gabungan ini kemudian diberi nama baru, yaitu Fakultas Kedokteran yang berada di bawah naungan Universitas Indonesia pada 2 Februari 1950. Kegiatan perkuliahan awalnya dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Jakarta dan di Surabaya, namun sejak tahun 1954, Fakultas di Surabaya digabungkan ke Universitas Airlangga.

Program pendidikan akademik Fakultas Kedokteran UI saat ini berjenjang mulai dari Strata 1 (S1), Strata 2 (S2), hingga Strata 3 (S3).


Harvard-MIT Health Sciences and Technology


Peneliti di HMHST: Arip Nurahman

Farmasi ITB


Profil

Sekolah Farmasi ITB didirikan pada 6 Oktober 1947, dengan nama Departemen Farmasi, di bawah fakultas yang bernama Faculteit voor Wiskunde and Natuurwetenschapen. Saat itu, fakultas ini merupakan bagian dari Univertitas Indonesia. Pada tanggal 1 Februari 1949, fakultas ini diubah menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Alam (FIPIA), namun tetap berada di bawah Universitas Indonesia. Struktur organisasi Departemen Farmasi sangat sederhana, hanya satu orang yang bertanggungjawab untuk mengatur departemen, namun sejak 1959, organisasi berkembang dan seorang sekretaris diangkat untuk membantu ketua departemen

Pada tahun 1953 untuk pertama kalinya, warga negara Indonesia, Prof. dr. Rd Mhd Djuhana Wiradikarta, menjadi dekan of FIPIA, salah satu staf akademik di Departemen Farmasi, sampai tahun 1959. Pada tanggal 2 Maret 1959, Fakultas Teknik dan FIPIA digabung menjadi sebuah institusi baru, yaitu Insitut Teknologi Bandung (ITB) dan Departemen Farmasi menjadi bagian dari Departemen Kimia dan Biologi sampai tahun 1961. Setelah perubahan organisasi pada tahun 1973, Departemen Farmasi menjadi bagian dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Organisasi


Hari Jum’at tanggal 10 Juli 2009 bertempat di Gedung BPI ITB telah dilaksanakan Pidato Ilmiah Prof. Sukmadjaja Asyarie, Guru Besar dalam bidang Farmakokinetika Sekolah Farmasi ITB, dengan judul: “Peranan teori farmakokinetika dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat” . Dalam pidatonya tersebut beliau menyampaikan bahwa:

1. Farmakokinetika merupakan ilmu yang dapat digunakan untuk membuat proses penggunaan obat dengan rute pemberian yang berbeda menjadi efektif dan rasional.

2. Farmakokinetika juga dapat digunakan untuk mempelajari kinetika residu obat didalam jaringan tubuh hewan fungsi waktu. Dengan kinetika ini dapat menetapkan Batas Maksimum Residu (BMR) setelah terlebih dahulu mengetahui tingkat toleransi dan akhirnya kita dapat menetapkan waktu tunggu (withdrawal time) untuk menjamin produk yang berasal dari hewan aman dan sehat untuk dikonsumsi.

3. Riset Farmakokinetika berkaitan erat dengan industri bahan baku obat. Di Indonesia industri bahan baku obat sintetis masih sangat langka dan bahkan diimpot dari luar negeri sebanyak 90% sementara riset famakokinetika dibidang obat bahan alam tesedia luas di tanah air, oleh karena itu meskipun agak terlambat perintisan industri bahan baku obat sintesis perlu terus dikembangkan, hal ini berkaitan dengan ketahanan kesehatan nasional.

Penelitian

Publikasi Ilmiah

Beasiswa

Pascakampus




Ilmu Keperawatan UNPAD

Alamat : Kampus Jatinangor, Bandung 40600
Telepon : (022) 7795596
Faks : (022) 7795596
Dekan : Hj. Helwiyah Ropi, S.Kp., MCPN.
Email : dekanpsik@unpad.ac.id
website : http://fik.unpad.ac.id/

Fakultas Ilmu Keperawatan didirikan berdasarkan SK Rektor No. 1020/J06/Kep/2005 tertanggal 8 Juni 2005. Fakultas ini merupakan pengem-bangan dari Program Studi Ilmu Keperawatan pada Fakultas Kedokteran.

Visi

Menjadi lembaga pendidikan tinggi keperawatan sebagai pusat pengembangan ilmu dan profesi keperawatan yang mampu berkompetisi di Asia Tenggara dengan unggulan keperawatan kritis dan keperawatan komunitas.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang dikelola secara profesional, efektif, efisien dan transparan serta menghasilkan lulusan berkapasitas tinggi sebagai ilmuwan yang mampu berkompetisi secara global, beretika, dan berpijak pada hukum serta berwawasan lingkungan.
  2. Mengembangkan riset ilmiah keperawatan untuk pengembangan ilmu dan teknologi keperawatan nasional.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dengan mengembangkan sistem pelayanan keperawatan profesional terpadu di komunitas.
  4. Mengembangkan standard keperawatan profesional bersama dengan organisasi profesi dan institusi terkait.
  5. Mengembangkan pelayanan keperawatan profesional sesuai dengan nilai budaya masyarakat.
  6. Menjalin kerja sama secara nasional maupun regional dalam bidang keperawatan mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Program Pendidikan yang diselenggarakan :

Program Sarjana Reguler

Program Studi :

  • Ilmu Keperawatan

Terdapat 48 orang pengajar pada Fakultas Ilmu Keperawatan, dan belum ada guru besar.

Sampai tahun akademik 2006/2007, Fakultas Ilmu Keperawatan telah menghasilkan lulusan sebanyak program sarjana 229 orang.



Harvard Medical School

Harvard Medical School (HMS) is one of the graduate schools of Harvard University. It is currently ranked first among American medical schools by U.S. News and World Report.

Located in the Longwood Medical Area of the Mission Hill neighborhood of Boston, Massachusetts, H.M.S. is home (as of Fall 2006) to 616 students in the M.D. program, 435 in the Ph.D. program, and 155 in the M.D.-Ph.D program. HMS' M.D.-Ph.D program allows a student to receive an M.D. from HMS and a Ph.D from either Harvard or the Massachusetts Institute of Technology (see Medical Scientist Training Program).













ABOUT US

RESOURCES


Teaching affiliates

Research

The Harvard Faculty of Medicine conducts research in numerous locations around Boston. Six academic basic science departments are housed in and around the 1906 quadrangle that is the nucleus of Harvard Medical School. However, many of the faculty appointed to these departments are based at 17 affiliated institutions, including teaching hospitals. Here, 50 clinical departments conduct vast amounts of basic and clinical research. The Quad area also houses two social science departments and the Department of Ambulatory Care and Prevention, a joint venture with Harvard Pilgrim Health Care, a major HMO. PhD training programs are offered through the Division of Medical Sciences and information for potential applicants is available at Education & Admissions.

Basic and Social Science Departments on the Quad

Postdoctoral Opportunities at HMS

Giovanni Armenise-Harvard Foundation

Clinical Departments

Centers, Divisions and Institutes

Research Computing

Core Facilities

Research Administration

Faculty and Staff Directory





Johns Hopkins Medicine

http://www.hopkinsmedicine.org/

Quick Links

Contact Us

When dialing from within the Johns Hopkins Hospital campus, dial the last five digits only:

East Baltimore
(Medical Institutions Campus)


School of Nursing
1889
School of Medicine
1893
School of Public Health
1916

East Baltimore (Medical Institutions Campus)

The campus in East Baltimore and is home to the School of Medicine, the Bloomberg School of Public Health, and the School of Nursing. Collectively known as Johns Hopkins Medical Institutions (JHMI) campus, it comprises several city blocks spreading from the original Johns Hopkins Hospital building and its trademark dome.

The School of Medicine is associated with clinical practice at Johns Hopkins Hospital.

Divisions

  • School of Medicine: The School of Medicine is headquartered at the university's Medical Institutions campus in East Baltimore with Johns Hopkins Hospital. The School of Medicine is widely regarded as one of the best medical schools and biomedical research institutes in the world.
  • School of Nursing: The School of Nursing, is located in East Baltimore and is affiliated with Johns Hopkins Hospital and the School of Medicine
  • Bloomberg School of Public Health: The Bloomberg School was founded in 1916, is the first and largest public health school in the world. It has consistently been ranked the number one school of public health by U.S. News & World Report.[18]

Maps and Directions to Johns Hopkins Medicine Locations


Research Topics

General Research


Addictions, affective disorders, Alzheimer’s, mood disorders, anxiety disorders, brain injury, brain stimulation, child and adolescent, eating disorders, geriatric psychiatry, Huntington's, neurobiology, parkinson's and memory disorders researchDepartment of Psychiatry and Behavioral Sciences
Allergy and asthma researchDivision of Allergy & Clinical Immunology
ALS researchThe Robert Packard Center for ALS Research at Johns Hopkins
Anesthesiology researchDepartment of Anesthesiology and Critical Care Medicine
Arrhythmia , cardiomyopathy, heart failure, preventative cardiology and vascular topics researchHeart Institute
Biomechanics research, gait and mobility disorders, swallowing dysfunction research Department of Physical Medicine and Rehabilitation
Brain tumor, MS, pediatric neurosurgery and transverse myelitis research. Project RESTORENeurology and Neurosurgery Research Areas
Caffeine addiction researchJohns Hopkins Bayview Medical Center
Cochlear implant technology researchThe Listening Center
Craniofacial disorders researchCenter for Craniofacial Development and Research
Diabetes researchDiabetes Research Center
General clinical research informationGeneral Clinical Research Center
GI, livers and pancreas diseases researchGastroenterology & Hepatology Resource Center
Mass spectrometers researchMiddle Atlantic Spectrometry Lab
Neurovascular and Spine Interventions and AnatomyInterventional Neuroradiology
Obsessive Compulsive Disorder researchDepartment of Psychiatry and Behavioral Sciences
Otolaryngology (head and neck surgery) research Department of Otolaryngology
Ophthalmology topics researchWilmer Eye Institute
Pain and pain relief researchBlaustein Pain Center
Pediatrics researchChildren's Center
Pemphigus researchDepartment of Dermatology
Radiology topics researchDepartment of Radiology
Sinus researchSinus Center
Urological topics researchBrady Urological institute

Cancer Research


Cancer Biology, Cancer Immunology, Viral Oncology, Cancer Prevention and Control, Chemical Therapeutics, Cancer Imaging research topicsSidney Kimmel Cancer Center
Cystic Fibrosis ResearchCystic Fibrosis Center
Head and neck cancer topicsThe Head & Neck Cancer Center
Lymphoma researchThe Johns Hopkins Lymphoma SPORE
Gynecological cancer researchDepartment of Gynecological Oncology

Genetics Research


CFF Genotyping Center for Cystic FibrosisCystic Fibrosis- Genotyping Center
Immunogenetics and Disease researchImmunogenetics Lab
Inherited genes and their role in disease researchCenter for Inherited Gene Research
Schizophrenia and bipolar genetics researchEpidemiology & Genetics Program in Psychiatry

Genome Biology


The Genetics of Cell Motility and InvasionLab of Denise Montell
Research into different types of cell engineeringCore Facilities
Working to better understand keratin proteinsCoulombe Labs



Cornell University

College of Veterinary Medicine

Weill Cornell Graduate School of Medical Sciences (New York City)

Weill Cornell Medical College (New York City)



Weill Cornell Medical College (Qatar)


Weill Cornell Medical College (New York City)

Weill Cornell Medical College's close affiliations with NewYork-Presbyterian Hospital and with Memorial Sloan-Kettering Cancer Center and Rockefeller University make it an integral part of a world-renowned center of academic medicine and biomedical research, uniquely positioned to train outstanding physicians and medical scientists.

Weill Cornell Medical College (Doha, Qatar)

The Doha, Qatar, branch of Weill Cornell Medical College is the first American medical school ever set up overseas. It is funded by the Qatar government through the Qatar Foundation, operated by Cornell, and began its full Cornell M.D. degree program in September 2004. It also provides a preparatory two-year pre-medical program.

Weill Cornell Graduate School of Medical Sciences (New York City)

Weill Cornell Graduate School of Medical Sciences' seven carefully designed, research-oriented Ph.D. graduate programs provide superb training for those interested in biomedical sciences and in the scientific method of conducting investigative research. The professional staffs of Weill Cornell Medical College and of the Sloan-Kettering Institute form the core faculty of the Graduate School of Medical Sciences.

College of Veterinary Medicine

The College of Veterinary Medicine endorses the concept of one biology in advancing the understanding of animal and human health at the interface of discovery and application. With access to Cornell's world-class resources and recognized strengths in the physical and life sciences, the college fosters open collaboration across disciplines and institutional boundaries, to deliver the greatest possible benefits to society.

College of Agriculture and Life Sciences

Sabtu, 18 April 2009

TANAMAN OBAT INDONESIA (Aren)



Aren

(Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)

Sinonim :
Arenga sacchrifera Labill.

Familia :
Arecaceae (Palmae).



Uraian :

Tidak berduri tempel. Batang tinggi sampai 25 m dan diameter 65 cm, sebagian batang yang cukup panjang berdaun, di bawahnya terdapat pelepah daun yang tepinya sobek-sobek terurai menjadi serabut hitam. Tangkai daun sampai 1,5 m, helaian daun panjangnya sampai 5 m. Anak daun sampai 145 kali 7 cm, bagian bawah ada lapisan lilin. Berumah satu, tongkol betina dengan tongkol jantan panjangnya 2,5 m. Tongkol bercabang satu kali; cabang samping panjang 1,5 m. Bunga jantan berpasangan, panjang 12-15 mm; benang sari banyak. Bunga betina berdiri sendiri, hampir bulat bola; bakal buah beruang 3, dengan 3 kepala putik. Buah buni bulat peluru, dengan ujung pesok ke dalam, garis tengah 4 cm, beruang 3, berbiji 3. Seluruh Jawa, dalam hutan atau ditanam; 1-1400 m. Catatan: Juga terkenal dengan nama yang lama Arenga saccharifera Labill. Boleh dikatakan semua bagian tanaman dipakai; akarnya untuk bahan anyaman dan untuk cambuk, batang yang dibelah untuk talang (saluran air), kayunya untuk tongkat jalan dan usuk genting, pondoh untuk sayur-mayur makan nasi, tulang daun untuk sapu dan kranjang, daun muda untuk ganti kertas rokok, serabut pelepah untuk tali ijuk, untuk genting, kranjang, sapu, sikat, terasnya dibuat „sagu". Dari tongkol bunga jantan disadap cairan yang mengandung gula, di mana kemudian dibuat gula (gula Jawa), kalau dikhamirkan menghasilkan sagu air, arak atau cuka; bijinya dibuat manisan dan dimakan (kolang-kaling). Bagian yang digunakan Tuak/legen (hasil peragian dari air bunga) dan akar.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Bak juk, Bak jok (Aceh); Pola, Paula, Bagot, Agaton, Bargot (Batak); Anau, Biluluk (Minangkabau); Kawung, Taren (Sunda);Aren, Lirang, Nanggung (Jawa); Jaka, Hano (BaIi); Meka (Sawu); Moke, Huwat (FIores); Akel, Akere, Koito, Akol, Ketan (Sawu); Inru (Bugis); Bole (Roti); Seho (Ternate). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA: Arengae pinnatae Radix; Akar Aren.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
KHASIAT Diuretik.

Pemanfaatan :

KEGUNAAN
Tuak/legen:
-Sariawan.
-Sembelit.

Akar:
-Batu ginjal.
-Ruam kulit.

RAMUAN DAN TAKARAN

Batu Ginjal:
Ramuan:
Akar Aren 2 gram
Daun Keji beling 3 gram
Akar Alang-alang 3 gram
Herba Meniran 3 gram
Air 20 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian
Diminum 1 kali sehari, 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari atau sampai bntu ginjal keluar. Pengobatan dihentikan setelah batunya keluar berupa batu, pasir, atau butiran. Selanjutnya minum rebusan daun Kumis Kucing dan herba Meniran, sebagai pengganti air teh.

Sembelit dan Sariawan:
Legen diminum seperti minuman segar lainnya.

Komposisi :
TUAK: Gula dan minyak lemak.

Oleh: Ricky Taufikurrohman (Fakultas Kedokteran UGM)


Delima

(Punica granatum L.)

Sinonim :
Malum granatum Rumph.

Familia :
Punicaceae.


Uraian :
Delima berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan. Berupa perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2--5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap, panjang 1--9 cm, lebar 0,5--2,5 cm, warnanya hijau. Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya, terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5--12 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna tebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih. Dikenal tiga macam delima, yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu. Perbanyakan dengan setek, tunas akar atau cangkok.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Sumatera: glima (Aceh), glimeu mekah (Gayo), dalimo (Batak). Jawa: gangsalan (Jawa), dalima (Sunda), dhalima (Madura). Nusa Tenggara: jeliman (Sasak), talima (Bima), dila dae lok (Roti), lelo kase, rumau (Timor). Maluku: dilimene (Kisar). NAMA ASING Shi liu (C), granaatappel (B), grenadier (P), granatbaum (J), luru (V), thap thim (T), granada (Tag.), pomegranate (I). NAMA SIMPLISIA Granati Cortex (Wit kayu delima), Granati Pericarpium (Wit buah delima).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sewaktu panen, buah dikumpulkan. Bijinya dikeluarkan, lalu kulitnya dijemur sampai kering. Sebelum digunakan, dapat disimpan dalam wadah yang tertutup baik. Kulit buah rasanya asam, pahit, sifatnya hangat, astringen, beracun (toksik). Berkhasiat menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh cacing usus (vermifuga), antidiare, dan antivirus. Kulit buah dan bunganya merupakan astringen kuat. Rebusan keduanya bisa menghentikan perdarahan. Kulit kayu dan kulit akar mempunyai bau lemah dan rasa asam. Berkhasiat sebagai peluruh dahak, vermifuga, pencahar, dan astringen usus. Daunnya berkhasiat untuk peluruh haid. Daging buah (daging pembungkus biji) berkhasiat penyejuk, peluruh kentut. Biji sifatnya sejuk, tidak berracun, berkhasiat pereda demam, antitoksik, melumas paru, dan meredakan batuk. Kulit akar berkhasiat peluruh cacing usus. Kulit buah menghambat pertumbuhan basil typhoid. Kulit buah dapat mengendalikan penyebaran infeksi virus polio, virus herpes simpleks, clan virus HIV.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, biji, dan bunganya. Kulit akar dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Kulit buah dapat digunakan segar atau setelah dikeringkan.
INDIKASI Kulit buah (shi flu pi) digunakan untuk:
sakit perut karena cacing, buang air besar mengandung darah dan lendir (disentri amuba), diare kronis, perdarahan seperti wasir berdarah, muntah darah, batuk darah, perdarahan rahim, perdarahan rektum, prolaps rektum, radang tenggorok, radang telinga, keputihan (leukorea) nyeri lambung.

Kulit akar dan kulit kayu digunakan untuk:
cacingan terutama cacing pita (taeniasis), batuk, diare. Bunga digunakan untuk: radang gusi, perdarahan, bronkhitis. Daging buah digunakan untuk: menurunkan berat badan, cacingan, sariawan, tenggorokan sakit, suara parau, tekanan darah tinggi (hipertensi), sering kencing, rematik (artritis), perut kembung Biji digunakan untuk: menurunkan demam, batuk, keracunan cacingan.
Cara Pemakaian Untuk obat yang diminum:
Rebus kulit akar atau kulit kayu yang telah dikeringkan (7 g).
Rebus kulit buah (10--15 g). Makan buahnya (1 buah) atau dibuat jus. Bisa dicampur dengan jus wortel. Untuk pemakaian luar, rebus kulit buah atau kulit akar, lalu gunakan airnya setelah dingin untuk kumur-kumur (gargle) pada radang gusi, sakit tenggorok, luka tersiram air panas, infeksi jamur di kaki, atau disemprotkan ke liang kemaluan (vagina) pada keputihan. Gunakan jus buah delima untuk berkumur pada sariawan, radang gusi, gigi berlubang, atau sebagai obat kompres pada wasir yang sedang meradang.
CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT:
1. Cacingan: Cuci akar delima yang telah dikeringkan (7 g.), lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan satu gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus. Rebus kulit delima kering dan serbuk biji pinang (masing-masing 15 g) dengan tiga gelas air bersih. Didihkan perlahan-lahan selama satu jam. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus sebelum makan pagi. Campur jus buah delima dengan jus wortel, masing-masing setengah gelas. Aduk sampai merata, lalu minum sekaligus Masukkan bubuk biji delima kering (satu sendok makan) dalam segelas jus nanas yang belum terlalu masak. Aduk merata, minum sewaktu perut kosong.
2. Radang gusi: Cuci bunga delima (tujuh kuntum) dengan air bersih, lalu rebus dengan segelas air bersih sampai mendidih. Setelah dingin, saring dan gunakan untuk kumur-kumur. Perdarahan Rebus bunga delima (20 g) dengan tiga gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Minum air rebusan dua kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas. Luka Campurkan serbuk kulit buah atau bunga delima secukupnya dengan minyak wijen. Aduk merata, lalu oleskan pada bagian yang luka. Sariawan Ambil dua buah delima segar yang sudah masak. Ambil isi berikut bijinya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan satu gelas air sambil diaduk merata, lalu saring. Gunakan airnya untuk berkumur, lalu telan. Lakukan 2--3 kali sehari, sampai sembuh.

3. Sering kencing: Ambil isi buah delima (yang segar dan masak, satu buah) dan segenggam kucai, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan tiga gelas air bersih sampai tersisa separuhnya, angkat dan dinginkan. Minum air rebusan dua kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas.

4. Keputihan: Rebus kulit delima kering (30 g) dan herba sambiloto kering (15 g) dengan satu liter air bersih. Biarkan sampai air rebusannya tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring clan bagi untuk tiga kali minum, pagi, siang, dan malam hari. Air rebusan ini juga bisa digunakan untuk cuci vagina. Khusus wanita yang sudah menikah, gunakan dengan alat semprot yang masuk ke liang vagina.

5. Batuk sudah berlangsung lama: Ambil sebuah delima yang belum terlalu masak. Setiap malam sebelum tidur, kunyah biji delima tersebut. Buang bijinya. Suara serak, tenggorokan kering Ambil sebuah delima segar, belah, dan ambil isinya. Kunyah, lalu buang bijinya. Lakukan 2--3 kali sehari. Menurunkan berat badan.

Komposisi :

Kulit buah (shi liu pi) mengandung alkaloid pelletierene, granatin, betulic acid, ursolic acid, isoquercitrin, elligatanin, resin, triterpenoid, kalsium oksalat, dan pati. Kulit akar dan kulit kayu mengandung sekitar 20% elligatanin dan 0,5--1% senyawa alkaloid, antara lain alkaloid pelletierine (C8H14N0), pseudopelletierine (C9H15N0), metilpelletierine (C8H14NO.CH3), isopelletierine (C8H15N0), dan metilisopellettierine (C9H1,N0). Daun mengandung alkaloid, tanin, kalsium oksalat, lemak, sulfur, peroksidase. Jus buah mengandung asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltosa, vitamin (A, C), mineral (kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, natrium, dan kalium), dan tanin. Alkaloid pelletierine sangat toksik dan menyebabkan kelumpuhan cacing pita, cacing gelang, dan cacing keremi. Kulit buah dan kulit kayu juga astringen kuat sehingga digunakan untuk pengobatan diare.